Friday, January 4, 2008

Leukoplakia

Leukoplakia adalah sebuah kondisi dimana munculnya penebalan, berwarna putih di gusi, di pipi bagian dalam, dan terkadang di lidah. Bentuk bercak putih yang tebal ini tidak bisa dibuang dengan guratan.



Penyebabnya belum diketahui, tapi sering dikaitkan dengan adanya iritasi yang kronis. Rokok atau tembakau sering disalahkan, tetapi iritasi bisa juga bisa berasal dari sumber lain seperti peminum alkohol dalam waktu lama.

Leukoplakia adalah gangguan yang paling sering terjadi dibandingkan lesi mulut kronis lainnya. Meskipun semua orang bisa mengalami leukoplakia, gangguan ini paling sering terjadi pada lansia. Beberapa orang dengan sistem imun yang berbeda mengalami bentuk lain dari lukoplakia yang disebut sebagai hairy leukoplakia.

Pada umumnya, leukoplakia tidaklah terasa sakit, tapi kalau tersentuh atau memakan makanan yang agak pedas, leukoplakia agak sedikit sensitif. Meskipun biasanya tidak menjadi masalah, leukoplakia bisa menjadi sangat serius. Beberapa kasus leukoplakia malah menjadi kanker, dan dari beberapa kasus kanker mulut, sebagian besar berada di dekat lokasi leukoplakia. Oleh sebab itu, akan lebih baik seandainya anda memeriksakan kelainan apa saja yang ada di mulut anda yang berlangsung lebih dari satu minggu.

Tanda dan gejala

Leukoplakia bisa muncul dalam bermacam-macam bentuk, akan tetapi biasanya muncul dalam bentuk bercak keabu-abuan atau abu-abu keputihan. Biasanya berada di gusi atau berada di bagian dalam pipi dan terkadang di lidah. Setelah beberapa minggu, leukoplakia akan berkembang menjadi bercak :

  • Berwarna putih
  • Teksturnya tebal, kasar, dan kadang keriput.
  • Permukaannya agak keras, kaku.

Terkadang anda juga akan menemukan lesi kemerahan (eritroplakia), yang lebih jelas memperlihatkan perubahan pra-kanker.

Hairy leukoplakia biasanya menjangkiti orang yang sistem imunnya sudah sangat lemah baik karena pengobatan atau pun karena penyakit, terutama HIV dan AIDS. Hairy leukoplakia berbentuk bercak putih dengan bulu halus yang mungkin membentuk lipatan di pinggiran lidah. Seringkali disalahartikan sebagai oral thrush, infeksi yang ditandai dengan bercak berwarna putih di daerah tenggorokan bagian belakang, ke bagian atas esofagus (faring) hingga bagian dalam pipi. Oral thrush juga umum terjadi pada penderita HIV/AIDS.

Penyebab

Penyebab dari leukoplakia tidak diketahui. Banyak kemungkinan yang dihubungkan dengan leukoplakia. Di antaranya rokok, minuman beralkohol, dan penyebab lain. Iritan (penyebab iritasi) mekanis seperti permukaan tambalan yang kasar, gigi palsu, tidak lagi dianggap berhubungan dengan leukoplakia.

Tembakau akhirnya menjadi salah satu yang paling sering disalahkan dalam kasus leukoplakia. Mayoritas penderitanya adalah perokok, dan mayoritas leukoplakia menjadi berkurang, lebih baik, setelah mereka berhenti merokok.

Para peneliti juga menemukan Candida albicans, jamur yang menyebabkan oral thrush, dan papillomavirus, virus yang menyebabkan gangguan di genital, terdapat pada bercak leukoplakia. Tapi belum diketahui apakah bakteri ini adalah infeksi sekunder atau justru penyebab leukoplakia.

Oral hairy leukoplakia adalah hasil infeksi Epstein-Barr virus (EBV). Kebanyakan orang sudah diserang EBV di masa kecilnya tanpa menyadarinya dan tanpa gejala. Tapi, sekali saja anda terinfeksi oleh EBV, virus itu akan menetap dalam tubuh anda. Dalam kondisi normal, virus ini akan dorman (tidur, tidak aktif). Tapi, seandainya sistem kekebalan tubuh anda lemah, apakah itu karena penyakit atau pengobatan, virus ini bisa aktif kembali, bahkan menjadi kondisi yang disebut hairy leukoplakia.

Orang-orang yang menderita HIV/AIDS memang lebih rentan terkena hairy leukoplakia. Meskipun pemakaian obat antiretroviral berhasil mengurangi jumlah kasusnya, hairy leukoplakia masih terjadi pada 1 dari 4 penderita HIV positif, dan leukoplakia hairy, maksudnya hairy leukoplakia kadang dianggap sebagai salah satu tanda dari infeksi HIV.

Faktor resiko

Penggunaan tembakau dalam bentuk apa pun masih menempati urutan tertinggi faktor resiko terkena kanker mulut (mulut=oral) termasuk leukoplakia. Minum alkohol dan perokok malah semakin meningkatkan resiko itu. Kasus leukoplakia lebih banyak terjadi pada kaum pria daripada wanita. Hal ini karena laki-laki akan kemungkinan besar melakukan kedua faktor resiko di atas, yaitu merokok dan meminum alkohol dibandingkan wanita. Tapi sebaliknya, wanita menunjukkan perubahan yang lebih jelas pada jaringan mulut mereka dibandingkan pria.

Diagnosa

Biasanya, dokter gigi anda mendiagnosa leukoplakia dengan mentes bercak yang terdapat di mulut anda dan menanyakan riwayat kesehatan anda untuk menemukan kemungkinan penyebab yang cocok. Untuk memastikan apakah itu tanda-tanda pra kanker atau tidak, dokter gigi akan mengambil sebagian jaringan tersebut sebagai sampel(biopsi) untuk dianalisis di laboratorium. Biopsi ini bisa dilakukan dengan memotong keseluruhan lesi, atau sebagian saja. Bisa juga dengan sikat.

Pemeriksaan di laboratorium akan menggunakan mikroskop dan berbagai pengujian untuk mengetahui adanya sel-sel yang tidak normal di antara ribuan atau jutaan sel-sel normal.

Pernyataan ‘negatif’ pada laporan hasil tes berarti tidak ditemukan sel-sel abnormal di mulut. Seandainya hasilnya ’positif’, itu artinya ada yang abnormal pada sel mulut dan mungkin dokter gigi anda akan mengambil sebagian jaringan lagi untuk di tes di laboratorium yang lebih canggih.

komplikasi

Leukoplakia biasanya tidak menimbulkan kerusakan serius di jaringan mulut dan biasanya bisa berkurang setelah faktor yang mengiritasi dihentikan. Tapi, beberapa memang menimbulkan peradangan dan menyebabkan ketidaknyamanan.

Kanker mulut (oral) adalah komplikasi terberat yang mungkin terjadi setelah leukoplakia. Mayoritas kanker mulut terbentuk di sekitar bercak leukoplakia, dan bercak itu sendiri akan bisa menunjukan tanda-tanda perubahan menuju kanker. Sebaliknya, hairy leukoplakia tidak terasa sakit dan tidak terlihat seperti akan menjadi kanker. Tapi, di sisi lain, bisa menandakan munculnya HIV/AIDS.

Perawatan

Perawatan yang biasanya dilakukan dalam kasus leukoplakia adalah menghentikan sumber iritasi. Buat kebanyakan orang adalah dengan menghentikan rokok dan konsumsi alkohol. Ketika tindakan ini tidak efektif atau lesi leukoplakia menunjukkan tanda-tanda kanker, dokter gigi anda mungkin akan memilih untuk membuang bercak leukoplakia dengan scalpel, laser atau dengan probe dingin yang bisa membekukan sekaligus menghancurkan sel kanker (cryoprobe).

Tindakan perawatan lanjutan setelah jaringan dibuang amat diperlukan karena sering terjadi kambuhan. Biasanya dilakukan secara rutin selama tiga tahun setelah pembuangan jaringan.

Beberapa peneliti telah menyelidiki efek dari retinoid, turunan dari vitamin A yang berguna untuk mencegah jerawat dan kelainan kulit lainnya, pada kasus leukoplakia. Meskipun tampak efektif, tapi retinoid juga punya efek samping, bahkan meski dipakai secara topikal (di permukaan kulit). Sebetulnya beta karoten yang dikonversi ke vitamin A oleh tubuh sudah mampu melawan bercak leukoplakia tanpa harus menambahkan retinoid atau apalah yang lainnya.

Beberapa peneliti lain juga mengatakan bahwa vitamin E (alfa-tokoferol) bisa mereduksi lesi yang berkaitan dengan leukoplakia. Tapi ini masih perlu dibuktikan lebih lanjut.

Merawat oral hairy leukoplakia

Tidak semua kasus hairy leukoplakia yang membutuhkan perawatan, biasanya dokter umum atau dokter gigi anda akan menggunakan taktik wait-and-see. Dan ketika anda membutuhkan perawatan, berikut yang disiapkan:

  • Pengobatan sistemik. Ini termasuk obat antiviral (antivirus) seperti valacyclovir dan famciclovir, yang akan mencegah virus Epstein-Barr bereplikasi tapi tidak mengeluarkannya dari tubuh anda. Pengobatan antiviral bisa membersihkan bercak leukoplakia dalam satu atau dua minggu, tapi biasanya gejalanya akan muncul kembali ketika terapi dihentikan.
  • Pengobatan topikal. Termasuk podophyllum resin dan tretinoin (retinoic acid). Ketika digunakan, akan mengurangi bercak leukoplakia, tapi juga menyebabkan sediit ketidaknyamanan berupa berkurangnya indera perasa. Tapi tetap saja, seringkali bercaknya muncul kembali setelah pengobatan dihentikan.

Pencegahan

Anda bisa mencegah leukoplakia dengan melakukan :

  • Berhenti merokok.
  • Berhenti mengkonsumsi alkohol.
  • Memakan buah dan sayuran segar.


No comments:

Post a Comment