Showing posts with label kesehatan anak. Show all posts
Showing posts with label kesehatan anak. Show all posts

Tuesday, February 19, 2008

Alergi Makanan

Jumlah penderita alergi makanan saat ini semakin bertambah. Sekitar 2 persen dari orang dewasa dan 6 persen anak-anak mengalami alergi makanan.

Jika memang anda mengalami reaksi tertentu terhadap jenis makanan tertentu, segera beritahukan dokter anda. Tes tertentu akan membantu mendiagnosa apakah apa yang anda alami tersebut memang sebuah alergi makanan. Dengan demikian anda bisa mengambil tindakan lebih lanjut yang dibutuhkan.



Tanda dan gejala

Bagi beberapa orang, reaksi alergi terhadap jenis makanan tertentu mungkin tidak terlalu serius. Buat orang lain, reaksi alergi terhadap makanan bisa menjadi masalah menakutkan bahkan sampai mempertaruhkan nyawanya. Gejala-gejala terjadinya alergi makanan biasanya muncul setelah beberapa menit hingga satu jam setelah mengkonsumsi makanan pemicu.

Gejala dan tanda-tanda umum sebuah alergi makanan adalah :

  • Perasaan aneh dan tidak nyaman di rongga mulut.

  • Gatal-gatal

  • Pembengkakan pada bibir, wajah, lidah, tenggorokan atau bagian tubuh lainnya

  • Hidung tersumbat atau gangguan pernafasan

  • Nyeri atau sakit perut, diare, mual dan muntah

  • Pusing atau gejala-gejala akan pingsan

Sementara itu pada kasus alergi makanan yang lebih parah (anafilaksis) anda akan mengalami gejala yang lebih hebat, yaitu :

  • Konstriksi (penyempitan) jalan nafas, munculnya pembengkakan di tenggorokan yang menghambat proses pernafasan.

  • Syok, tekanan darah menurun drastis

  • Denyut nadi bertambah cepat

  • Pusing, kehilangan kesadaran

Perawatan kegawatdaruratan yang tepat sangat penting dalam merawat kasus anafilaksis.

Alergi makanan yang dipicu oleh olahraga

Beberapa orang mengalami reaksi alergi makanan yang dipicu oleh kegiatan olahraga. Ketika mereka melakukan kegiatan olahraga, tubuh terangsang dan muncul rasa gatal atau pusing. Pada kasus yang lebih parah, bisa menyebabkan reaksi seperti anafilaksis. Untuk pencegahan, jangan makan makanan pemicu sekitar beberapa jam sebelum berolahraga.

Penyebab

Pada kasus alergi makanan, sistem imun (pertahanan tubuh) anda mengalami gangguan dan salah mengidentifikasi beberapa komponen makanan tertentu sebagai substansi yang berbahaya. Sistem imun anda akan memicu sel produsen untuk memproduksi antibodi dari jenis immunoglobulin E (IgE) untuk berhadapan dengan komponen-komponen makanan (alergen). Ketika suatu saat nanti anda memakan makanan yang sama, meskipun dalam jumlah kecil, IgE merasakannya dan mengirimkan sinyal pada sistem imun untuk melepaskan histamin dan zat kimia lainnya ke dalam aliran darah.

Zat kimia inilah yang kemudian menyebabkan berbagai tanda dan gejala alergi. Histamin bertanggungjawab terhadap sebagian besar respon alergi, termasuk mimisan, mata merah dan gatal, tenggorokan kering, keluar bintik-bintik merah, nafas sesak, diare, nafas berat, dan syok anafilaktik.

Sebagian besar alergi makanan dipicu oleh protein yang terdapat dalam :

  • Telur

  • Kacang

  • Ikan

  • Kerang, udang, lobster, kepiting

  • Kacang kenari dan kemiri

Pada anak-anak, alergi makanan bisa dipicu oleh protein pada :

  • Susu sapi

  • Gandum

  • Kedelai

Coklat sudah lama dianggap sebagai salah satu pemicu alergi, tapi kasusnya amat jarang.

Faktor resiko

  • Riwayat keluarga. Anda akan kemungkinan besar terkena alergi makanan apabila di keluarga anda ada pengidap alergi terhadap rumput dan asma. Seorang anak dari salah satu orangtua yang mengalami alergi memiliki kemungkinan 50 persen terkena alergi juga. Sementara itu, jika kedua orangtuanya mengalami alergi, si anak akan memiliki peluang 70 persen untuk mengidap alergi juga.

  • Umur. Alergi makanan lebih sering terjadi pada anak-anak, terutama balita dan bayi. Ketika usia mulai bertambah, sistem pencernaan juga semakin matang, dan tubuh akan bisa membedakan antara makanan dan pemicu alergi.

Segera temui dokter anda ketika mengalami gejala-gejala berikut ini :

  • Nafas menjadi sesak dan tenggorokan terasa tercekat

  • Syok, dengan penurunan tekanan darah yang drastis

  • Denyut nadi bertambah cepat

  • Pusing

Diagnosis

Beberapa hal yang akan membantu dokter mendiagnosis penyakit yang anda alami apakah termasuk bentuk alergi makanan atau tidak adalah :

  • Gejala-gejala yang anda alami. Berikan keterangan yang selengkap-lengkapnya tentang gejala-gejala yang anda alami kepada dokter. Terutama, makanan apa yang anda makan, berapa banyak, riwayat alergi makanan dalam keluarga atau alergi lainnya.

  • Catatan makan. Dokter anda akan meminta anda mencatat makanan yang anda makan sehari-hari, obat-obatan untuk menentukan apakah masalah yang anda alami.

  • Diet. Anda akan diminta untuk menghindari jenis makanan tertentu yang diduga sebagai penyebab alergi selama satu sampai dua minggu, kemudian memakan makanan tersebut kembali suatu saat nanti. Proses ini bertujuan untuk menentukan makanan mana yang menyebabkan alergi anda.

  • Tes fisik. Tes yang dilakukan dengan baik dapat mengidentifikasi masalah-masalah kesehatan yang anda alami.

  • Skin test. Biasanya dengan skin test juga bisa menentukan reaksi anda terhadap jenis makanan tertentu. Tes ini dilakukan dengan meletakkan jenis makanan tertentu di punggung tangan anda. Kulit punggung tangan anda kemudian ditusuk dengan jarum kecil, beberapa lama kemudian, jika anda memang alergi, akan muncul reaksi tertentu yang terlihat di tangan anda.

  • Tes darah. Tes ini dilakukan oleh laboratorium.

Perawatan

Satu-satunya cara untuk menghindari reaksi alergi adalah menghindari makanan yang menyebabkan gejala alergi tersebut.

Namun demikian, mungkin suatu saat anda tetap tidak sengaja berkontak kembali dengan makanan tersebut. Jika ini terjadi, anda butuh suntikan adrenalin (epinefrin) dan mungkin dirawat di UGD. Jika anda mengalami alergi yang parah, dokter akan memberikan resep epinefrin suntik, misalnya EpiPen atau Twinject. Anda harus selalu membawa barang ini bersama anda agar ketika terjadi apa-apa dengan anda, anda atau orang yang bersama anda bisa menyuntikkannya segera. Perawatan segera dengan suntikan epinefrin sangat dibutuhkan pada perawatan reaksi anafilaktik.

Untuk kasus yang lebih ringan, dokter mungkin hanya memberikan antihistamin, yang bisa diminum setelah anda mengalami kontak dengan alergen. Antihistamin bisa mengendalikan reaksi alergi anda dan mengurangi rasa tidak nyaman.



Pencegahan

Cara terbaik untuk mencegah reaksi alergi adalah dengan mengetahui dan meninggalkan makanan yang menyebabkan gejala alergi. Hal ini mungkin sulit bagi beberapa orang, dan mungkin butuh usaha tertentu. Misalnya, orang yang tidak pernah atau jarang makan udang, mungkin akan sulit mengetahui bahwa dia mengidap alergi makanan laut atau udang.

Jika anda mengetahui bahwa anda mengalami alergi makanan, ikuti langkah-langkah berikut ini.

  • Jangan lupa memperhatikan bahan-bahan atau komposisi dari makanan atau minuman yang anda konsumsi.

  • Jika anda punya alergi yang cukup parah, gunakan alarm medis berupa kalung atau benda lain yang bisa membuat orang di sekitar anda tahu bahwa anda sedang mengalami kesulitan ketika gejala alergi terjadi dan anda tidak bisa berkomunikasi.

  • Bicarakan dengan dokter anda tentang epinefrin darurat.

  • Jika anda menderita asma, pastikan untuk memeriksa apakah sulfit terdapat dalam makanan anda. Periksa label makanan anda apakah ada kata-kata ”sodium bisulfite,” ”potassium bisulfite,” ”sodium sulfite,” ”sulfur dioxide” dan ”potassium metabisulfite.”

Jika anak anda menderita alergi, persiapkan :

  • Beritahu orang-orang terdekat anak anda bahwa dia menderita alergi. Bicaralah dengan petugas tempat penitipan anak anda, orang-orang di sekolah, orangtua dari teman-teman anak anda, dan orang dewasa lainnya yang berinteraksi dengan anak anda. Ingatkan anak anda untuk meminta bantuan jika dia mengalami gejala alergi.

  • Jelaskan bagaimana gejalanya. Beritahukan pada orang-orang dewasa yang berinteraksi dengan anak anda mengenai reaksi alergi yang bakal terjadi.

  • Jelaskan juga penanggulangannya. Hal ini juga penting karena terkadang perawatan alergi harus dilakukan secepat mungkin.

  • Pakaikan kalung alarm medis pada anak anda. Alarm ini akan berguna jika anak anda tidak mampu berkomunikasi karena sedang alergi.


Semoga bermanfaat !!!


Saturday, February 9, 2008

Perkembangan Tengkorak Manusia

Mengisi kuliah yang kosong, saya menghabiskan waktu bersama teman-teman seangkatan, nonton si seksi Marsha Timothy (apa Tymothi atau Tymothy?) di 21nya JATOS (Jatinangor Town Square). Abis itu makan malam di Cherry’s Corner, ngobrol sampai tengah malam. Balik ke kosan temen trus tepar sampai pagi. Jam 9 baca sms temen dari bandung, ngajak berenang. Saya tidak mau menyia-nyiakan ajakan tersebut. Tanpa mandi atau pun sarapan saya langsung cabut ke Bandung. Ga penting berapa uang yang habis, atau capek yang masih terasa. Tapi yang penting waktu bersama teman-teman yang tidak ternilai dengan apa pun. Abis basah-basahan saya diajak main CS lagi. Akhirnya balik ke kosan jam setengah sepuluh malam. Besok paginya ngerasa pusing banget. Setelah memperhatikan gejala-gejalanya, saya berkesimpulan kena tipes lagi. Tapi, setelah memperhatikan ingus yang kekuning-kuningan dan pusing yang terasa bukan berasal dari leher, saya punya firasat lain. Jangan2 sinus yang kena, soalnya saya ikut naik ke waterboom waktu di kolam renang. Ada air yang masuk ke rongga sinus, itulah yang menjadi kesimpulan akhir saya. Akhirnya, setellah beristirahat dua hari saya putuskan membeli asam mefenamat. Lumayan untuk menghilangkan rasa pusing gara-gara sinus yang teriritasi. Tapi, akibatnya, saya tidak punya bahan tulisan untuk blog. Daripada kosong, saya bolak-balik tugas-tugas kuliah dulu. Dan ketemulah artikel ini. Seperti biasanya, SEMOGA BERMANFAAT!!!


PERKEMBANGAN TENGKORAK SETELAH LAHIR



Tulang Tengkorak

Kranium terbagi dua ruang, yaitu :

    1. Ruang cranial (cranial vault)

    2. Basis kranium


Ruang cranial (cranial vault)

    1. ruang cranial adalah bagian kranium yang membentuk tutup kepala atau menutupi otak, terdiri dari : enam buah tulang pipih

    2. enam buah tulang pipih ini terbentuk langsung melalui pembentukan tulang intramembranous, tanpa didahului pembentukan kartilago dan pertumbuhannya akan sejalan dan seiring dengan pertumbuhan otak.

    3. Fungsi utama tulang cranial : melindungi otak

    4. Tulang ruang cranial dihubungkan satu sama lain dengan sutura dan tulang kompleks nasomaxillaris, melalui proses aposisi-resorbsi

    5. Pertumbuhan cranial vault sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan otak yang akan menyebabkan terjadinya tekanan pada sutura sehingga akan merangsang pembentukan tulang melalui proses pertumbuhan sutura.

    6. Resorpsi pada permukaan dalam pada saat kranium tumbuh menjadi lebih besar akan menjaga agar tulang cranial vault tetap pipih.

    7. Sutura merupakan pertemuan dari sindesmoses yang terbentuk di antara membrane tulang kepala

    8. Pertumbuhan sutura dilakukan secara intramembranous dan mempunyai cara yang khas

    9. Tulang baru terbentuk pada permukaan akhir tulang pada sutura pada waktu proses pertumbuhan aktif, sebagai respon terhadap gaya tegangan.

    10. Stimulus pembentukan tulang dihasilkan dari pemisahan kedua tulang di antara sutura dengan penambahan volume dari jaringan lunak di dalamnya.

    11. Tegangan ini diteruskan oleh serat kolagen di bagian tengah sutura

    12. Setelah pertumbuhan tulang di antara sutura selesai, serat kolagen akan menghilang dan fusi tulang/sinostoses yang lengkap akan terjadi.


Pada tengkorak terdapat 22 tulang, dan hanya satu buah yang dapat digerakkan yaitu tulang mandibula. Delapan tulang membentuk cranium dan 14 tulang lainnya membentuk wajah. Tulang yang membentuk cranium yaitu tulang frontal, 2 tulang parietal, 2 tulang temporal, tulang sphenoid, tulang ethmoid dan tulang occipital. Tulang-tulang yang membentuk wajah yaitu tulang maksila, tulang mandibula, tulang malar, tulang zygomatic, tulang lacrimal, tulang nasal dan inferior nasal conchae dan tulang vomer.

Sutura Pada Cranium
Struktur utama atau artikulasi dari tulang cranial adalah:
  1. Sutura coronal, berada diantara tulang frontal dan parietal, mulai menutup pada umur   24 tahun dan menutup seluruhnya pada umur 35 tahun.
  2. Sutura  sagital, terletak di antara kedua tulang parietal. Sutura sagital mulai menutup pada umur 22 tahun dan menutup seluruhnya pada umur 30 tahun.
  3. Sutura lambdoidal, memisahkan kedua tulang parietal dari tulang occipital. Sutura ini mulai menutup sekitar umur 29 tahun.
  4. Sutura lateral anterioposterior, yang berada di antara tulang temporal dan tulang parietal.


Pertumbuhan Cranium
Pertumbuhan tulang pada tengkorak dapat terlihat terutama pada:
  1. Sutura spheno-occipital (sphenobasilar) atau disebut juga sutura spheno-occipitalis, sutura yang berada diantara tulang sphenoid dan processus basilar dari tulang occipital. Pertumbuhan pada bagian ini berhubungan dengan pertumbuhan anterioposterior.
  2. Sutura palatomaxillary (sutura palatomaksilaris), garis dari bagian dasar orbita diantara processus orbita di tulang palatal dan permukaan orbita dari tulang maksila.
  3. Sutura temporozygomatic (sutura zygomatico-temporalis), garis penghubung di antara processus zygomaticus dari tulang temporal dan processus temporal dari tulang malar.

Pertumbuhan kranium terjadi sangat cepat pada tengah tahun pertama dan kedua setelah lahir dan lambat laun menurun kecepatannya.

Secara histologis menurut Brash bahwa tengkorak  berkembang selama periode fetus, terjadi dengan apposisi permukaan dan resorpsi internal lebih cepat daripada pertumbuhan terpisah pada sutura. Saat kelahiran, pusat ossifikasi telah berkembang sehingga tengkorak hampir menyamai seperti tengkorak orang dewasa. Bagaimanapun, karena ossifikasinya belum sempurna, sekitar 45 buah tulang tengkorak dipisahkan oleh tulang kartilago atau oleh jaringan penghubung. Pada orang dewasa, setelah ossifikasi sempurna akan memiliki 22 buah tulang tengkorak. Ketika terjadi proses penyatuan pada pusat ossifikasi di tulang, garis yang membentuk pemisah pada pusat ossifikasi akan hilang atau dapat ditemukan hanya dengan cara dikira-kira pada pemeriksaan luar. Tulang yang terpisah menyatu pada orang dewasa yaitu pada sutura di tengkorak. Sicher menyimpulkan bahwa tulang tengkorak pada orang dewasa adalah satu bagian karena ikatan mereka yang sangat kuat, kecuali tulang mandibula. Sutura dari tulang yang mempunyai intermembran atau jaringan penghubung dikelilingi oleh serat kolagen ( serat Sharpey’s) yang meluas dari tepi kalsifikasi tulang ke area dimana sel jaringan penghubung dan  serat yang sangat banyak. Kalsifikasi tulang terjadi di area ini. Pada tahun pertama terjadi resorpsi di permukaan dalam tulang cranial hingga mencapai bentuk yang sempurna. Akhirnya tulang cranium menjadi tebal karena pertumbuhan apposisi  pada permukaan dalam dan luar. Pertumbuhan tengkorak tidak terjadi di semua tempat dan tidak semua pusat pertumbuhan aktif secara bersamaan. Ini terlihat dari perbandingan ukuran dan garis tepi dari tulang tengkorak pada bayi dan orang dewasa. Pertumbuhan ukuran terbesar pada tengkorak terjadi di dalam anteroposterior. Ukuran dari cranium dipengaruhi oleh pertumbuhan otak. Jika otak tidak berkembang, cranium cenderung kecil, sebaliknya,jika cranium memiliki ukuran besar yang tidak normal pada beberapa kondisi patologis seperti hydrocephaly. Pada saat lahir terdapat 6 bagian di ossifikasi membran dari tulang cranial yang tidak lengkap. Ini dinamakan fontanel dan terdapat di setiap ujung tulang parietal, yaitu:
  1. Fontanel anterior, terdapat pada pertemuan sutura koronal dan sagital, menutup pada umur 18 bulan. 
  2. Fontanel posterior, terdapat pada pertemuan sutura sagital dan lamdoidal, menutup pada umur 1 bulan setelah kelahiran 
  3. Fontanel anterolateral, ada dua buah, terdapat pada pertemuan tulang frontal, parietal, temporal dan sphenoid, menutup pada usia 3 bulan. 
  4. Fontanel posterolateral, 2 buah, terdapat di pertemuan tulang parietal, tulang occipital dan tulang temporal, menutup pada usia 2 tahun. 


Variasi selama pertumbuhan di sepanjang sutura perifer dari tulang cranial berhubungan dengan kontur dan perubahan proporsional. Pertumbuhan anteroposterior pada cranium terjadi di tulang coronal, fronto-sphenoidal, temporo-sphenoidal, dan occipito-temporal. Pertumbuhan juga terjadi di tulang parietal, kedua tulang sphenoid, tulang frontal, temporal dan tulang occipital. Pertumbuhan lateral pada cranium terjadi di sepanjang sagital dengan pertambahan luas pada tulang frontal, occipital dan parietal. Pertumbuhan vertikal pada cranium terjadi pada frontosphenoidal, temporoparietal dan occipitoparietal dan pertumbuhan di dimensi vertikal dari tulang frontal, parietal, occipital dan sphenoid. Menunda penutupan sutura spheno-occipital, yang tidak akan terjadi sampai umur 18 tahun, memberi kesempatan untuk pertumbuhan anteroposterior pada basis cranium. Pertumbuhan anteroposterior dan lateral pada basis cranium dapat terlihat diantara tulang temporal dan processus lateral dari tulang occipital. Pertumbuhan  anteroposterior dan lateral terjadi di antara kedua tulang sphenoid, tulang temporal dan tulang frontal. Bagian wajah dari tengkorak berkembang ke arah depan dan bawah. Zuckerman menemukan bahwa basis dari tengkorak akan sempurna lebih dari setengah pertumbuhan anteroposterior pada saat 8 tahun dan basioccipital, basisphenoid, presphenoid dan tulang ethmoid untuk menunjukkan pertumbuhan di daerah anteroposterior  semasa remaja. Bagian dasar ophistion akan berhenti tumbuh pada umur 7 tahun. Sudut spheno-ethmoidal berkurang selama periode pertumbuhan. Ada pertumbuhan linear dari nasion ke sella tursica dan dari sella tursica ke basion dari umur 3 tahun hingga dewasa. Bentuk dari basis cranial ditemukan oleh Björk, menunjukkan bahwa bentuknya rata-rata stabil dengan umur. Glabela mengalami perpanjangan dan ada elongasi dorsal di clivus.


Kesimpulan

Kepala terbagi menjadi dua, yaitu cranial dan visceral portion, di mana semua tulang wajah berada di bawah batas atas orbita terus ke bawah dan termasuk rahang bawah disebut visceral. Perubahan postnatal di bagianvisceral wajah lebih besar dari cranium, hal ini bisa terlihat dengan membandingkan wajah janin dan orang dewasa. Perubahan terbesar terjadi pada region dentofasial, terutama rahang.

Lebar cranium telah berhenti pada umur 3 tahun, sedang pertumbuhan panjangnya setelah usia ini berlangsung lebih lambat. Pada 2 sampai 3 tahun pertumbuhan squamous portion dari tulang temporal dan sayap besar dari sphenoid meningkatkan ukuran tengkorak. Pertumbuhan panjang kepala lebih besar dari lebarnya.

Antara 4 sampai 7 tahun, terjadi pertumbuhan tulang frontal dan parieytal kea rah depan di daerah sutura coronalis. Tulang frontal terbawa ke depan dan agak menegak sehingga dahi menjadi lebih tinggi dan lebih vertical.

Tengkorak orang dewasa kira-kira dua kali besar pada bayi yang baru lahir, tetapi rongga otak pada orang dewasa hanya 50 persen lebih besar dari anak bayi. Wajah bayi meliputi sekitar satu per enam hingga satu perdelapan dari keseluruhan tengkorak, sedang pada dewasa sekitar setengah dari seluruh tengkorak. Ada sedikit perubahan pada panjangnya, dan tingginya setelah 5 tahun. Pada usia 6 tahun, ukuran rongga otak hamper sama dengan dewasa, tapi rahang dan wajah masih menunjukkan janin.

Pertumbuhan Wajah Dan Oklusi

Lebar dahi bertambah seiring usia pertumbuhan glabella. Anguilus sella menunjukkan kecendrungan peningkatan ukuran. Angulus mandibular join rata-rata tetap sama, dang onion serta sudut dagu menunjukkan kecendreungan berkurang. Bagaimanapun, variasi perubahan pertumbuhan dari semua sudut ini disadari betul, bervariasi positif dan negative di sekitar nilai rata-rata. Variasinya lebih besar di rahang bawah daripada di rahang atas.


Perbedaan Jenis Kelamin

Pertumbuhan kepala. Ukuran rata-rata kepala wanita lebih kecil daripada pria. Wanita menunjukkan kapasitas cranial yang lebih kecil sesuai dengan proporsi morfologis dan fisiognomis tinggi wajah. Wanita menunjukkan hubungan yang lebih rendah disbanding laki-laki dalam fisiognomis tinggi wajah dan morfologis tinggi wajah dalam perbandingan jarak bizygomatis. Wanita lebih lebar dibanding laki-laki dalam proporsi jarak nasion-stomion dengan morfologis tinggi wajah. Berdasarkan penelitian Davenport terhadap perkembangan kepala menghasilkan :

2 sampai 5 : lelaki memiliki kepala lebih bulat

6 sampai 9 : ukuran kedua jenis kelamin setara

9 sampai 12 : kepala wanita lebih panjang

12 sampai 16 : kepala wanita lebih panjang dan melebihi laki-laki sampai usia 16 ketika ukuran keduanya setara dan kemudian dilewati oleh laki-laki.

16 sampai 18 : karakteristik dewasa mulai tampak. Kepala wanita agak lebih bulat dari pria.


Variasi ukuran wajah berdasarkan jenis kelamin menunjukkan wajah wanita lebih panjang sedang pada pria lebih luas dan dalam. Tulang rahang wanita dan arcus dentalis lebih tonggos dibanding pada pria. Pada transisi dari wajah anak-anak ke wajah dewasa pada wanita, lebar dan kedalamannya tidak menunjukkan peningkatan berarti dan menurun karena kehilangan jaringan subcutaneous.